Temannya Nanda...

Sabtu, 15 Oktober 2011

#JumatMalam... Kamar Terlarang...

Saatnya gue cerita kan? Bingung juga nih mau cerita yang mana... Semoga kali ini serem nya kerasa... Jujur, sejak awal gue mulai nulis tentang cerita beginian, gue sering parno sendirian dan ngalamin hal yang agak gimanaaaa gitu... #Ngeri...

Ini gue mau cerita ah... Yang jauh, silahkan merapat, jangan ada celah, ntar yang disamping nya berubah loh... Oke, matiin lampu... #Krik...

MySpaceKamar TerlarangMySpace

Andi, merupakan seorang bocah yang baru menginjak usia 17 thn, namun sayang dikarenakan pertengkaran orang tuanya, Andi harus pergi untuk menginap di salah satu saudara dari ayah Andi. Dia bernama Om Lukman. Om Lukman menerima Andi seperti anaknya sendiri. Mengapa harus Om Lukman? Karena keluarga Andi yang lain tidak jelas dimana keberadaannya.

Setiap hari, Andi selalu menerima telpon baik itu dari ayah atau ibunya, dan telpon selalu setelah makan malam bersama. Dirumah ini Andi hanya tinggal berdua dengan Om Lukman. Om Lukman pernah bercerita tentang Istri dan anak yang meninggalkannya, foto-foto mereka pun masih tertata rapi di dinding dengan ukuran dan bingkai yang sangat besar, terlihat lah sebuah keluarga yang sepertinya harmonis dengan seorang anak perempuan.

Suatu malam, di meja makan, Om Lukman berbicara dengan nanda serius kepada Andi. "Andi, kamar yang disebelah kanan di ujung koridor jangan pernah kamu dekati, hanya itu ruangan yang tidak boleh kau ganggu Andi". Andi mengiyakan semua ucapan Om nya.

Andi pun mulai merasa tidak nyaman untuk tinggal bersama pamannya ini. Hingga suatu malam, ketika Andi mendengar seperti suara gergaji dari kamar yang dilarang oleh Om Lukman itu. Andi mendekat, melewati lorong yang lumayan panjang dan gelap, hingga akhirnya ia sampai di depan pintu itu. Tercium bau amis, terasa bahwa aura disekitar pintu sangatlah berat. Tiba-tiba pintu terbuka, terlihat Om Lukman sedang membawa gergaji kayu yang segera menutup pintu tersebut. Kemudian beliau menatap tajam kepada Andi. "Apa yang kau cari kesini?". Andi hanya diam penasaran, seolah ia melihat sesuatu yang sangat familiar bagi nya dari celah pintu yang terbuka tadi. Tapi Andi tetap belum tahu.

Tepat 2 bulan Andi dirumah ini, pamannya sudah mulai berkelakuan agak aneh. Tadi pagi Om Lukman baru pulang dari luar kota dan membawa bingkisan yang sangat besar, kemudian menaruhnya kedalam kamar tersebut. Andi pun semakin penasaran dengan apa yang ia lihat dalam kamar itu. Hingga suatu hari, Andi mencoba menelpon ibunya, namun tak ada jawaban, kemudian dia menelpon ayahnya, juga tidak ada jawaban.

Malamnya, keinginan Andi semakin kuat. Andi pun berusaha untuk mengendap-ngendap mencoba masuk ke kamar tersebut. Tengah malam, Andi berjalan dilorong itu, bau amis mulai merebak, tapi bau kali ini kelihatan lebih segar.

Andi memberanikan diri untuk membuka pintu tersebut, ternyata pintu tersebut terkunci, tidak habis akal Andi mengambil kunci dengan diam-diam dari kamar Om Lukman. Pintu pun terbuka, Andi menemukan sebuah kamar kosong dengan banyak foto-foto didinding. Disitu juga terdapat sebuah boneka. Andi menggendong boneka tersebut keluar tanpa pikir panjang.

Diruang tengah Andi memandangi boneka tersebut. Andi memang merasa kenal dengan boneka ini, tapi siapa? kapan? dan dimana? Andi pun masih sangat penasaran. Dia pun bertekad untuk bertanya langsung pada pamannya besok pagi. Andi kembali mengangkat boneka itu, ia berjalan ke kamarnya. Melewati foto keluarga Om Lukman. Ketika tiba di foto, Andi tercekat, melihat foto dari gadis tersebut, memiliki wajah yang sama dengan boneka yang dipegangnya. Karena kaget, Andi tak sengaja menjatuhkan boneka tersebut, tanpa diduga, tangan dari boneka tersebut patah dan mengeluarkan darah segar. Andi sangat terkejut dan berlari ke kamar tadi. Ternyata, dibalik meja, Andi juga menemukan patung yang mirip dengan sang Ibu dari gadis tersebut. Ketika itu juga, Andi tak sengaja menarik kain yang menutupi dinding kamar itu. Sungguh pemandangan yang mengerikan, Ibu dan Ayahnya sedang di gantung seolah sedang dikeringkan. Andi sangat terkejut. Tatkala ketika mendengar suara langkah kaki yang lumayan tergesa-gesa. Andi berlari ke arah lemari untuk bersembunyi.

30 detik kemudian....

Muncul Om Lukman. Andi diam. Om Lukman pun meminta Andi keluar dengan janji tidak akan melukainya. Betapa bodohnya Andi, dia keluar dan dengan segera bertanya apa yang terjadi dengan ruangan ini. Om Lukman tersenyum sinis. "Kemarilah Andi, biarkan paman ceritakan padamu. Wanita itu, dia adalah istri ku, dia berselingkuh dengan orang lain dan berniat untuk meninggalkanku, kemudian gadis itu, dia adalah anak istri ku, tapi bukan anakku..." Andi pun bertanya. "Terus mengapa dengan orang tua ku? Apa salah mereka?". "Mereka tak salah apa-apa Andi, aku hanya ingin koleksi ku lengkap atas keluarga yang ku sayangi ini Andi..."

Sebuah belati menembus perut Andi dari balik jubah tidur Om Lukman...Darah segar pun mengalir dari tubuh Andi... 

Tamat...

Siapa keluarga Om Lukman berikutnya? Yang mau jadi keluarga Om Lukman, silahkan komentar dibawah... MySpace

MySpace MySpace MySpace

15 komentar:

  1. demi apa dong? kirain kamar itu tempat untk nyembah setan atau pesugihan hahaha

    BalasHapus
  2. busettt -__- ceritanya hororrrrrrr ey :D
    #lebay dah

    btw headernya unik :)

    BalasHapus
  3. hadeh
    sudah bisa di tebak dari awal

    BalasHapus
  4. kayaknya pernah nonton pelem horor yg konsepnya kayak gini deh =..=

    BalasHapus
  5. serem.. Gaya critanya mrip Goosebumps.

    BalasHapus
  6. Ini mah cerpen, ya? Kirain pengalaman pribadi. Tapi, lanjut Gan. Kayak film Rumah Pondok Indah. :D

    BalasHapus
  7. Ini ide ceritanya psikopat Asop... Soalnya sekarang pun saya juga baru pindah gitu ke rumah Om... Jadi sering kebayang yang gak-gak...

    Bukan, itu kamar dipake buat tamu... (-_-")

    Niatnya bukan ngasih kesan horror uchank, tapi kesan sadis...

    Sudah ketebak ya? Maap ya... :p

    Huahahaha, maap kalo mirip kak vina... Cerita berikutnya bakal lebih kreatif lagi...Kalo boleh tau film apa ya?
    Jadi tertarik...

    Goosebumps emang cerita nya asyik2 loh... Saya juga suka...

    Jarang pengalaman pribadi Om Saman... Rumah Pondok Indah yang film Indonesia itu ya? Hihihihi, gak pernah nonton... Jadi gak taw ceritanya...

    For All: Makasih banyak udah ngasih saran dan komentar... :*

    BalasHapus
  8. shock beneran bacanya, kirain yg di kamar itu tempat semedi atau apa, ternyaataaaaaa..

    BalasHapus
  9. rinaldo rizaldi16 Oktober 2011 16.26

    wah, baca posting ini, membuat waktu ku banyak yang habis. :D

    BalasHapus
  10. RinaldoRizaldi salah satu contoh adik yang tak menghargai jerih payah abang nya...
    Hahahahahha... (-_-")

    Makasih atas shock nya ya feby k dewi... :)

    BalasHapus
  11. saya boleh jadi keluarganya om lukman?


    ps: headernya bikin kaget... :O

    BalasHapus
  12. ane galau setelah baca crita ne...
    =="

    BalasHapus
  13. Jangan, Om lukman sekarang lagi suka ama brondong... (-_-")

    Ini bukan Film "De Javu" kel... (-_-")

    Sama... Waktu nulis juga lagi galau...

    BalasHapus